Harga Sebuah Janji
Harga Sebuah Janji
by : Cack Sye
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَداً
Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, (QS. Al Kahfi (18):23)
إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَى أَن يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَذَا رَشَداً
kecuali (dengan menyebut): Insya Allah. Dan ingatlah kepada Rabbmu jika kamu lupa dan katakanlah: Mudah-mudahan Rabbku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini. (QS. Al Kahfi (18):24)
Ada pengertian yang sangat dalam bagi saya tentang janji. Janji dan komitmen itu bukan sekedar memenuhi apa yang telah kita janjikan. Tapi memenuhi janji adalah sebuah pekerjaan sepenuh hati, sekuat tenaga, sebuah kegiatan yang dipenuhi dengan nilai-nilai professionalisme, memberikan lebih dari apa yang kita janjikan. Memenuhi janji dan komitmen tidak bisa hanya dipenuhi dengan omongan saja, harus dari lubuk hati yang paling dalam, agar seluruh semesta bekerja untuk kita dalam memberikan yang terbaik. Janji dimata saya bukan memberi sejumlah yang saya janjikan, tapi janji adalah standard minimal yang harus dipenuhi. Sungguh sangat berat rasanya ; bahkan menyesakkan, ketika saya menyadari tidak mampu memenuhinya, sekalipun itu bukan janji dan komitmen saya secara pribadi.
Janji memang ringan diucapkan namun berat untuk ditunaikan. Betapa banyak orang yang dengan entengnya berjanji untuk bertemu namun tak pernah menepatinya. Dan betapa banyak pula orang yang berhutang namun menyelisihi janjinya. Bahkan meminta udzur pun tidak. Padahal, Rasulullah telah banyak memberikan teladan dalam hal ini termasuk larangan keras menciderai janji dengan orang-orang kafir.
Manusia dalam hidup ini pasti ada keterikatan dan pergaulan dengan orang lain. Maka setiap kali seorang itu mulia dalam hubungannya dengan manusia dan terpercaya dalam pergaulannya bersama mereka, maka akan menjadi tinggi kedudukannya dan akan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Sementara seseorang tidak akan bisa meraih predikat orang yang baik dan mulia pergaulannya, kecuali jika ia menghiasi dirinya dengan akhlak-akhlak yang terpuji. Dan di antara akhlak terpuji yang terdepan adalah menepati janji.
Sungguh Al-Qur`an telah memerhatikan permasalahan janji ini dan memberi dorongan serta memerintahkan untuk menepatinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلاَ تَنْقُضُوا اْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا …
“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….” (An-Nahl: 91)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْلاً
“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra`: 34)
Demikianlah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk senantiasa menjaga, memelihara, dan melaksanakan janjinya. Hal ini mencakup janji seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji hamba dengan hamba, dan janji atas dirinya sendiri seperti nadzar. Masuk pula dalam hal ini apa yang telah dijadikan sebagai persyaratan dalam akad pernikahan, akad jual beli, perdamaian, gencatan senjata, dan semisalnya.
Satu hal yang banyak orang lakukan ketika ingin melakukan sesuatu adalah "berjanji", berjanji untuk datang, berjanji untuk tidak melakukannya lagi, berjanji akan lebih baik, berjanji untuk mencintai selamanya, berjanji , berjanji, berjanji dan berjanji... dan kebanyakan orang juga lupa pada hal yang terpenting. Hal yang terpenting itu adalah menggantungkan segalanya hanya kepada Allah Subhanahu Wata'ala dan hanya berjanji atas nama Allah saja. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengucapkan "Insya Allah" ketika kita hendak berjanji, dan janji itu wajib ditunaikan, jangan sampai diingkari. Jangan beranggapan bahwa dengan mengucapkan 'Insya Allah', kita bisa mengingkari janji, dan menjadikannya alasan untuk mengingkari janji. Karena ada ungkapan 'Janji adalah hutang, dan setiap hutang harus dibayar'.Dan juga dengan mengucapkan "Insya Allah", janji tersebut berarti menjadi lebih kuat dari hanya sekedar janji dengan tanpa mengucapkan "Insya Allah", bukan malah dengan mudahnya kita menggunakan "Insya Allah" untuk tidak menempati janji dan mengatakan "kan jika Allah mengijinkan, jika saya tidak datang berarti Allah tidak mengijinkannya". itu merupakan SALAH KAPRAH yang sangat salah.
Diantara kita tentunya tidak ada yang suka kepada orang yang selalu mengingkari janji, selalu banyak alasan jika tidak menempati janji. jadi... Orang pun tidak akan suka kepada kita jika kita tidak menempati janji kepada mereka, dan kita akan kehilangan kepercayaan dari mereka. Na'udzu billahi min dzalik.
Orang yang baik selalu menempati janji, orang yang baik tidak bersikap munafik.
Semoga Tuhan selalu mengingatkan ku untuk tetap commited atas setiap janji yang saya ucap dalam peran hidup yang saya jalani.
Tepati janji, keep your promise.. jangan sia-siakan kesempatan, don't miss the opportunity.
Semoga bermanfaat dan hidup kita bisa lebih barokah.. Amiin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kiriman Terdahulu
-
Please upgrade your browser
-
Di dalam kehidupan kita sehari hari kita bisa mengambil pelajaran terkadang kita beranggapan bahwa sifat seseorang bisa di lihat dengan p...
-
jika Mencintaimu Hanyalah Mimpi Bagiku, maka Biarkan Aku Tertidur Selamanya ,,, bagiku kamulah yang Tercantik di antara para bidadari y...
-
Mengerikan
-
dikala kita berjalan di jalan yang benar sudah pasti banyak cobaan yang menghadang,,,jangan pernah menyerah atas cobaan dan halangan itu ,...
-
ingin sekali ku berbicara padamu dan ku ungkapkan bahwa ku masih menyayangi , ku tak peduli meskidulu pernah kugoreskan luka membekas , and...
-
http://websmsonline.com/ http://www.sms-online.web.id/inbox?hp=085646181429 / http://websmsonline.com/inbox-sms-reply-indonesia.php
-
Nara Sumber Cack Sye Cack Sye # KEJUJURAN adalah tanda bukti keimanan. Cack Sye # Kejujuran adalah pangkal semua perbuatan baik ...
-
paceklik
-
kenapa di saat aku inginkan kebahagian selalu saja dia pergi tinggalkan aku dan mengapa disaat aku kesusahan semua orang ngak ped...
0 komentar:
Posting Komentar
jangan Lupa kasih Komentarnya yaaaa....!!!!!